Wednesday, August 08, 2012

Hikmah dari suatu Kehilangan

Beberapa hari yang lalu, saya kehilangan SIM saya. Bayangkan saja itu merupakan salah satu kartu yang penting. Jadi, saya pikir wajar apabila saat itu saya merasa sedih. Namun, ketika saya mulai menerima musibah yang amat kecil tersebut, saya tidak lagi tersiksa dengan perasaan sedih yang pasti terasa menyebalkan. Malah, setelah saya tidak terperangkap dalam kesedihan itu, saya jadi bisa berpikir lebih baik bagaimana mengatasi hal itu. Selain itu, dengan berusaha mengatur emosi saya seperti itu, saya bisa lebih mengerti bahwa banyak hal positif juga yang bisa saya dapat dari kejadian tersebut.

Saturday, August 04, 2012

Sampaikan saja pada Tuhanmu


Pernah merasa kecewa? Atau sedih? Atau marah? Atau senang? Atau perasaan apapun itu, mau perasaan enak ataupun perasaan tidak enak?

Lalu, bagaimana saat kamu merasa benar-benar sedih, kecewa, takut, jatuh, dan lain-lainnya itu? apa yang akan kamu lakukan?

Mungkin, terkadang rasanya saat itu kita ingin berbagi apa yang kita rasakan tersebut untuk meringankan perasaan tertekan di hati kita karena masalah tersebut. Namun, sering kali kita sendiri tidak tahu harus berbagi atau bercerita kemana. Sebab, tidak akan semua orang bisa mengerti, dan membantu kita (walaupun terkadang memang yang kita butuhkan hanyalah untuk didengarkan saja). Bahkan, terkadang, dengan bercerita kepada orang yang tidak tepat dapat menjadikan masalah tersebut semakin tidak karuan dan menjadikan perasaan kita sendiri semakin tidak enak. Namun, sering kali apabila kita memendamnya dan menahannya sendiri juga akan berdampak buruk bagi kondisi kejiwaan dan fisik kita.

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?

Thursday, August 02, 2012

Postingan Abal

Seperti judulnya, kali ini saya mambuat postingan abal haha. (bentar deh, kata abal ini mengingatkan saya pada teman saya waktu SMA si tembem abal hehe).

Jadi mahasiswa, rasanya saya kok belum berguna dan belum pantas ya kalau mau disebut sudah jadi mahasiswa? Tapi ya mau gimana lagi, saya sudah disebutmahasiswa bagi sebagian orang yang mengenal saya. Dan kehidupan tahun pertama menjadi seorang mahasiswa ini cukup memberikan perasaan menyebalkan di kehidupan saya, bayangin aja ya masa tiap enam bulan sekali saya dibikin galau dan diombang-ambingkan. Kalau kata temen saya nih ya, rasanya itu kaya cowo yang nunggu jawaban si cewe, haha saya sendiri tidak tahu bagaimana itu rasanya tapi saya sih setuju-setuju saja. Tentu saja yang menyebalkan bukan karena hal itu saja, tapi juga karena entah bagaimana saya tidak merasa menjadi mahasiswa ketika selama setahun berada di sini.

Saturday, July 28, 2012

23 Juli 2012

Ternyata sudah 19 tahun saya diberi kesempatan sama Tuhan buat ada di bumi ini. Banyak banget hal yang terjadi dalam hidup saya ini. Ada banyak pelajaran, dan sama seperti biasanya, setiap satu tahun saya mencoba mereview apa-apa saja yang sudah terjadi pada setiap tahunnya. Sebab dari situ seringkali saya bisa merasa lebih bersyukur dan menghargai apa saja yang sudah Tuhan beri, apa saja yang kurang baik pada diri saya, dan dari situ pulalah ajang untuk saya membuat suatu rencana yang lebih baik ke depannya dengan tetap menyerahkan segalanya pada Tuhan.


Setahun terakhir ini, banyak banget hal yang saya dapet, mulai dari lingkungan baru, hari-hari kegalauan masuk kuliah, keadaan dan pola hidup baru, dan lain-lain. Di mana semua itu memberi saya banyak pelajaran buat hidup di dunia yang ngga punya perasaan ini haha.

Sunday, July 22, 2012

TIGA BE

Hellooo, I'm back ahahaha..
Oke, sekarang saya beneran mau nulis, sekarang tetang "tiga be".
Kenapa dengan "tiga be"?
Sebelum saya menulis panjang lebar tentang "tiga be", saya bagi info dulu ya tentang apa itu "tiga be".
"tiga be" itu adalah, "BERANI, BEBAS, dan BOSENAN" haha :D

Jadi, suatu malam nih ya, saya itu lagi entah kurang kerjaan atau apa, saya lalu membaca-baca suatu bacaan di dunia maya. Saat itu, yang sedang dibahas dalam "bacaan" itu adalah mengenai golongan darah. Dan ada satu kalimat yang menarik perhatian saya, yang kemudian saya sebut dengan "tiga be".

Mengapa "tiga be" menarik?

Wednesday, July 18, 2012

Kembali


Hello,
Sudah sangat lama rasanya sejak terakhir kali saya menulis. Kira-kira sudah satu tahun lebih ya saya tidak menulis lagi. Ya maaf, itu semua bukan karena saya tidak ingin menulis atau sudah malas menulis, tapi yak arena memang saya seperti tidak diberi kesempatan untuk menulis hehe, maklum kan menjadi seorang mahasiswa baru di sebuah fakultas yang seperti itu hehe. Mungkin, karena sudah sangat lama tidak menulis lagi itulahyang membuat saya lupa caranya menulis. Jadi, sudah ngga ada jiwanya di semua tulisan saya haha. Jadi, kalau memang tidak pantas atau tidak enak atau tidak bermanfaat atau apapun itulah, mohon dimaklumi saja yaa J
Saya mau belajar lagi kok, untuk menulis lebih baik J

Semarang, 18 Juli 2102
11.48 a.m.
_rida_

Friday, July 06, 2012

Tempat yang Salah

Mungkin rasanya masih sama, seperti tersesat, seperti berada di tempat yang tidak benar, atau apalah itu.
Lalu, seperti tidak mau tertutup, semua catatan-catatan kecil, yang mungkin akan memiliki dampak yang besar, masih terus terbuka saja. Dan, mau tak mau perempuan itu harus selalu membacanya.
Miris, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perasaan perempuan itu ketika menatap semua catatan-catatan kecilnya, yang mungkin pernah dia buat dengan sepenuh hati dan semangat yang sangat meluap-luap, dan perasaan ambisius yang tak pernah lepas dari dirinya.
Rasanya, mungkin akan ada banyak kesempatan untuk melakukan apa yang ada dalam catatan-catatan yang pernah dibuatnya itu.
Namun, sekali lagi, rasanya masih seperti tersesat di tempat yang tidak benar, dan parahnya lagi, tak mungkin dia bisa lari dari tempat tersebut.
Seperti tersesat dalam suatu tempat yang mungkin secara entah disengaja atau tidak telah memenjara perempuan itu. Dan mengikat rapat semuanya, untuk menahannya mengambil kesempatan emas yang berserakan di depannya. Sebenarnya mudah saja, seperti kesempatan emas yang memanggil siapapun yang berminat untuk mengambilnya, tapi sekali lagi, seperti tersesat di tempat yang tidak benar, semua yang ada di situ hanya menghalanginya saja untuk melakukan apa yang pernah dicatat dan diimpi-impikan, diharapkan, dan didamba-dambakannya.